Sabtu, 30 Januari 2016

[TIPS] MENGATASI BOOT FAILED / FAIL BOOT

[TIPS] MENGATASI BOOT FAILED / FAIL BOOT

Dalam kesempatan kali ini, saya akan sharing tentang "Tips Mengatasi Boot Failed atau Fail Boot".
Jika kalian pernah mengalami problem seperti ini, pastinya kalian bingung mencari solusinya, berfikir susah karena keadaan panik, dan kalian pasti mempunyai fikiran kalau laptop atau PC anda sudah rusak dan tidak layak pakai. Itu salah! Selagi ada masalah pasti ada jalan keluarnya.

Disini saya akan sharing sesuai dengan pengalaman saya sendiri. Disini posisi laptop saya Lenovo, dan laptop saya ini dual boot Linux dengan Windows 10. Waktu itu saya sedang update BIOS Lenovo terbaru. Tetapi saat instalasi, tiba-tiba laptop saya eror dan muncul problem seperti ini. Lalu saya menggunakan trik versi saya sendiri atas solusi problem ini. Jangan bertindak gegabah. Pahami dulu masalah nya, lalu analisis kesalahannya. Ini terjadi mungkin karena memilih boot lain yang salah dari harddisk nya dan teknis anda tidak terdeteksi di laptop anda, dan ingin booting ke media lain.

Sudah saya coba referensi-referensi lain, tetapi tetap saja gagal, dalam problem ini, IPv4 Network nya tidak terdeteksi, IPv6 Network nya juga tidak terdeteksi, dan saat masuk ke menu boot, pilihannya tidak dapat dirubah dan tetap saja problem ini terjadi terus. Jangan khawatir, cukup ikuti saja tips versi saya ini. Ikuti langkah-langkah berikut.

Langkah-Langkah :
  1. Lepas AC Adapter laptop anda atau lepas baterai laptop anda.
  2. Setelah itu, tekan tombol power dan tahan hingga 15 detik
  3. Setelah itu, pasang kembali baterai anda dan nyalakan laptop anda.
  4. Saat booting, masuk ke BIOS Setting nya. Berhubung di sini laptop saya Lenovo, saat booting saya menekan F2 atau FN+F2.
  5. Saat berada di menu BIOS Setting, ubat boot priority nya menjadi "Legacy" kemudian exit & saves.
  6. Dan laptop anda kembali normal!
  • CATATAN : Jika kamu tidak dapat menemukan Hard Disk mu, kamu dapat memeriksa pengguna sistem pemeliharaan milikmu.
Cukup sekian, semoga bermanfaat!

Jumat, 29 Januari 2016

MENGATASI EROR "ACPI PCC PROBE FAILED" PADA LINUX MINT DUAL BOOT WINDOWS

MENGATASI EROR "ACPI PCC PROBE FAILED" PADA LINUX MINT DUAL BOOT WINDOWS

Dalam kesempatan kali ini, saya akan sharing ilmu tentang Mengatasi Eror ACPI PCC PROBE FAILED Pada Linux Mint Dual Boot.

Kebanyakan orang apabila menemukan masalah seperti ini, pastinya mempunyai pikiran kalau masalah ini sudah menjadi masalah yang serius dan harus di instal ulang. Rata-rata semua orang seperti itu, jika diinstal ulang, data yang belum di backup jadinya hilang, benar bukan? Jadi jangan mengambil tindakan yang sembarangan. Memang masalah ini itu bermasalah langsung ke kernel nya, entah itu dari motherboard, BIOS, dll.

Tetapi kalian jangan mengambil tindakan seperti itu, bukannya setiap masalah pasti ada jalan keluarnya? Di sini saya akan sharing jalan keluar dari masalah ini dengan trik-trik yang saya buat sendiri. Ikuti langkah-langkah berikut ini.

Langkah-Langkah :
  1. Masuk ke desktop Linux Mint. Jika tidak dapat masuk ke desktop, masuk lewat live CD atau Flashdisk bootable Linux Mint.
  2. Setelah masuk ke desktop, buka dash home perhatikan gambar di bawah ini
  3. Setelah masuk dash home, pilih disk file system, kemudian pilih boot
  4. Kemudian pilih grub. Untuk masuk, silahkan anda masuk sebagai user root, dengan cara klik kanan folder grub tersebut, lalu masukkan password nya
  5. Setelah masuk ke folder grub, pilih file yang ada tulisannya "grub.cfg". Klik 2 kali
  6. Selanjutnya, cari tulisan yang sudah saya blok seperti gambar di bawah ini
  7. Lalu tambahkan tulisan "nomodeset" di belakangnya, perhatikan gambar di bawah ini
  8. Kemudian save lalu exit
  9. Sudah selesai prosesnya!
Cukup sekian, semoga bermanfaat!

    Kamis, 28 Januari 2016

    MENGATASI DEVICE FLASHDISK EROR (WRITE PROTECTED) PADA LINUX MINT

    MENGATASI DEVICE FLASHDISK EROR (WRITE PROTECTED) PADA LINUX MINT

    Dalam kesempatan ini, saya akan sharing ilmu tentang flashdisk yang eror.
    Pasti kalian pernah mengalami device eror pada flashdisk kan? Lalu kalian format berulang kali, tetapi hasil akhir nya sama saja tetap tidak bisa. Trus kalian mulai berfikir kalau flashdisk tersebut udah tidak layak pakai?
    Itu adalah tindakan yang salah. Selagi masih bisa kenapa harus tidak di pakai lagi? Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, benar kan? Nah dalam kesempatan ini, saya akan sharing ilmu tentang mengatasi Device Flashdisk Eror (Write Protected) pada Linux Mint. Berbeda Operasi Sistem berbeda pula solusi menangani kasus ini :D
    Langkah-Langkah :
    1. Masukkan atau tancapkan flashdisk ke PC atau laptop
    2. Selanjutnya, buka menu "dash home" atau menu dasar seperti gambar di bawah ini, kemudian dalam "search" ketik disks. Setelah ketemu, klik 2 kali disks tersebut.
    3. Kemudian anda diminta untuk memasukkan password laptop kalian, masukkan passwordnya
    4. Setelah memasukkan password, anda masuk ke menu disks. Ubah device Gparted yang iconnya berada di sebelah kanan atas yang ada tulisannya /dev/.. awalnya kan device nya detek ke harddisk, ganti device nya dengan device flashdisk anda.

    5. Format file system pada flashdisk anda, caranya pilih file system nya, lalu klik kanan, pilih opsi format > YES.
    6. Setelah di format tampilannya akan seperti ini, kemudian klik icon centang berwarna hijau
    7. Muncul tampilan seperti ini, piliih apply untuk melanjutkan
    8. Setelah di format, tampilan akan seperti ini. Pilih close saja, kemudian eject atau lepas flashdisk nya dari PC atau laptop anda dengan safely. Kemudian masukkan kembali flashdisk nya ke PC atau laptop. Maka flashdisk anda bisa digunakan kembali
     Cukup sekian, semoga bermanfaat!

    MEMBUAT PARTISI AUTO MOUNT DI LINUX MINT 17.3 ROSA

    MEMBUAT PARTISI AUTO MOUNT DI LINUX MINT 17.3 ROSA

    Auto mount yaitu anda dapat otomatis membuka partisi yang anda ingin kan tanpa harus mengklik atau mem-mount kan nya pada nautilus, nemo, atau terminal, tanpa membuka aplikasi-aplikasi tersebut partisi anda akan otomatis terbuka ketika komputer, pc, laptop anda menyala , tergolong cukup mudah cara melalukannya karena sudah menggunakan aplikasi bawaan yaitu DISKS , langkah-langkahnya sebagai berikut ini :


    1. Pertama Buka aplikasi disk anda , dengan cara klik pada menu (dash home) dan ketikan "disks"

     


     2. Kedua, cari partisi yang akan anda auto mount , klik partisinya , lalu klik tada gear , setelah itu klik "Edit mount option"



    3.Ketiga , Anda hanya perlu men-off-kan lalu anda konfigurasi kan seperti gambar dibawah ini sesuai degan keinginan anda lalu klik ok , anda akan diminta memasukan password user lalu klik ok

     
    4. Terakhir, silahkan anda coba untuk me-restart atau menghidupkan ulang PC , komputer, laptop anda dan cek apakah sudah berhasil , Selamat Mencoba

    MEMBUAT BACKGROUND GRUB PADA LINUX MINT

    Membuat Background Grub Linux Mint

    Tampilan Grub Linux standart terlihat dengan warna Hitam Putih dengan background warna Hitam dan teks bewarna Putih. Saat kita menggunakan dual boot Sistem Operasi Komputer, misalnya Windows dan Linux, maka Grub linux akan mendominasi dalam pemilihan booting sistem komputer.

    Untuk menghias Tampilan Grub Linux kita dapat menambahkan background berupa file Gambar dengan format .jpg .jpeg .png maupun .tga


    Terdapat beberapa cara untuk melakukan hal tersebut, salah satunya adalah sebagai berikut :

    Membuat Background Grub Linux :

    Pilih File Gambar yang akan kita gunakan lalu copy dan paste ke folder ../boot/grub dan kita dapat melakukan hal tersebut dengan cara kita masuk sebagai root.

    Buka Sistem Berkas / boot / grub
    Klik kanan area kosong pada jendela grub lalu pilih Buka sebagai root
    Akan muncul jendela baru dimana kita sudah masuk sebagai root lalu Paste atau tempel File Gambar disana.
    Setelah File Gambar yang akan dijadikan Background berada di Folder ../boot/grub, lalu update grub dengan menggunakan Terminal Linux. Ketik perintah berikut ini di Terminal :
    #sudo update-grub
    atau
    #sudo update-grub2
    masukan password :*** Enter
    Pastikan File Gambar terdeteksi sebagai Background Image.
    Lalu Restart Komputer.
    Sekarang seharusnya background Grub Linux sudah berupa File Gambar yang berada di folder../boot/grub
    Bila cara diatas gagal alias Background Grub tidak berubah, mari kita cek Resolusi yang digunakan pada Grub Linux.
    Terkadang Resolusi Layar Komputer tidak sama dengan Resolusi pada Grub untuk mengetahui Resolusi Layar pada Grub caranya adalah :
    Cek Resolusi Layar Grub Linux
    Restart Komputer kemudian saat memasuki Grub Menu tekan tombol �c� pada keyboard maka akan tampil jendela baris perintah teks, lalu ketik videoinfo Enter.
    Disana kita dapat melihat Resolusi maksimal yang di ijinkan untuk Grub Linux biasanya terletak di bagian bawah. Misalnya :1920x1080
    Setelah mengetahu Resolusi maksimal pada Grub Linux, maka Saat nya kita Cek File Gambar yang digunakan untuk Background Grub.
    Gunakan DIMENSI GAMBAR yang berukuran sama atau lebih kecil dari Resolusi Layar Grub Linux. Dalam hal ini misalnya Resolusi 1920x1080 : Lebar Gambar adalah 1920 dan Tinggi Gambar adalah 1080.
    Lakukan Edit Gambar dengan ukuran yang sesuai dengan Resolusi pada Grub Linux.
    Mengatur Resolusi Layar Grub Linux 
    Resolusi pada Grub Linux dapat kita seting sesuai keinginan caranya :
    Buka Terminal Linux lalu ketik perintah :
    # sudo gedit /etc/default/grub
    *copy paste perintah diatas untuk mengurangi kesalahan.
    *penyunting teks dapat menggunakan gedit atau leafpad atau yang lainnya
    Setelah mengetikan perintah tersebut pada terminal maka akan muncul jendela file Grub yang berupa teks.
    Selanjutnya cari baris perintah berikut :
    # The resolution used on graphical terminal
    # note that you can use only modes which your graphic card supports via VBE
    # you can see them in real GRUB with the command `vbeinfo'
    # GRUB_GFXMODE=800x600
    Pada baris terakhir ( # GRUB_GFXMODE=800x600 ) hapus tanda pagar [#] untuk mengaktifkan baris perintah tersebut. Lalu atur Resolusi Layar pada Grub misalnya :
    GRUB_GFXMODE=1280x800
    Lalu save dan tutup jendela Grub teks tersebut. Sekarang Resolusi Layar Grub Linux sudah di seting menjadi 1280x800. Kita juga bisa seting Resolusi tersebut lebih besar atau lebih kecil sesuaikan dengan kemampuan kartu grafis yang dimiliki komputer.
    Mengatur Ukuran Gambar Latar atau Background
    Pastikan Gambar yang akan kita jadikan Background berukuran sama atau lebih kecil dari Resolusi Layar Grub Linux. Bila terlalu besar maka harus di edit dulu menggunakan software pengolah Gambar misalnya Inkscape atau Gimp.
    Cek ukuran Gambar dengan Klik kanan pada Gambar yang akan dijadikan Background pilih Properties lalu klik Tab Menu Gambar. Disana akan terlihat dimensi Gambar tersebut.
    Setelah semuanya siap lakukan seperti  LANGKAH AWAL lalu ketik perintah pada Terminal Linux :
    #sudo update-grub
    Pastikan Gambar Background terdeteksi disana lalu restart komputer :
    #sudo reboot
    Harusnya Grub Menu Linux Mint / Ubuntu kini sudah memilki Background berupa gambar yang sudah kita tentukan sebelumnya.
    Bila belum berhasil coba lagi dengan mengurangi dimensi Gambar Background . Bila tidak berhasil juga kurangi Resolusi Layar Grub Linux dan Dimensi Gambar. Namun lebih baik kita menggunakan Resolusi Layar pada Grub secara maksimal untuk mendapatkan tampilan yang bagus.

    Rabu, 27 Januari 2016

    INSTALASI APLIKASI BERBASIS WEB DI DEBIAN SERVER

    INSTALASI APLIKASI BERBASIS WEB DI DEBIAN SERVER

    Aplikasi Web Server yang terkenal adalah Apache. Apache merupakan aplikasi free berbasis OpenSource yang dikenal tangguh dan sering dipakai oleh server-server di seluruh dunia. Apache sendiri sudah tersedia di repositori DVD maupun internet Debian 7.x, sehingga kalian tidak perlu lagi susah-susah mendownload Apache di Internet.

    Menginstall Apache pada Debian yaitu dengan perintah :
    1. Pertama, update terlebih dahulu repository anda, dengan memasukkan perintah :
      #apt-get update
    2. Masukkan perintah :
      #sudo apt-get install apache2
    3. Jika muncul perintah seperti ini, langsung tekan Enter saja
    4. Proses instalasi apache selesai, tampilannya akan seperti ini
       


      Untuk melihat hasil dari apache2 atau webserver ini silahkan dari sisi client anda membuka webbrowser masukan link yaitu ip server �172.16.20.3� maka akan muncul yang bertuliskan �It work�s� dalam operasi windows, dan jika anda menggunakan sistem operasi Linux maka tampilannya akan seperti gambar dibawah :
    5. Setelah itu, kita install php yang nantinya kita dapat gunakan untuk memprogram  web kita. Caranya dengan menggunakan perintah:
      #
      apt-get install php5 php5-mysql php-pear php5-gd php5-json php5-curl php5-intl php5-xmlrpc php5-mcrypt
    6. Jika muncul tampilan seperti ini, langsung tekan Enter saja
    7. Setelah proses selesai, masuk ke direktori /var/www/html. Dengan menggunakan perintah:
      #cd /var/www/html
    8. Kita coba buat file berektensi php untuk memperiksa apakah paket php yang kita instal tadi sudah sesuai belum. Ketikkan perintah:
      #nano info.php
    9. KIta tambahkan script pada berikut pada file info.php:
       <?php
      phpinfo();
      ?>
      Untuk menyimpannya, tekan CTRL+X > Y > Enter
    10. Buka pada browser kita dengan format localhost/info.php, jika muncul gambar seperti dibawah ini berarti pembuatan file info.php kita benar.
      Catatan : tulisan yang berwarna merah (local host) adalah IP Debian Server anda

    11. Selanjutnya, kita install mariadb sebagai database dari web server kita. Selain mariadb-server ada juga database lain seperti: mysql-server, namun kali ini saya install mariadb-server saja. Masukkan perintah :
      #apt-get install mariadb-server
    12. Jika muncul perintah di bawah ini, langsung tekan Enter saja
    13. Tunggu proses nya, ini cukup memakan waktu yang lama, tergantung kecepatan koneksi internet nya
    14. Kita disuruh memasukkan password kita. Masukkan password dan tekan tombol "Tab" untuk berpindah ke "Ok", lalu tekan "ENTER".
    15. Masukkan kembali password dan tekan tombol "Tab" untuk berpindah ke "Ok", lalu tekan "ENTER".
    16. Selanjutnya, kita men secure instalasi mysql dengan memasukkan perintah :
      #mysql_secure_installation
    17. Kemudian masukkan password nya sesuai dengan password yang telah di masukkan tadi
    18. Jika muncul perintah seperti di bawah ini, langsung tekan Enter saja
    19. Kemudian masukkan password nya lagi
    20. Jika muncul perintah seperti di bawah ini, langsung tekan Enter saja
    21. Jika muncul perintah seperti di bawah ini, langsung tekan Enter saja
    22. Jika muncul perintah seperti di bawah ini, langsung tekan Enter saja
    23. Jika muncul perintah seperti di bawah ini, langsung tekan Enter saja
    24. Dan akhirnya mariadb sudah diinstal, tampilannya akan seperti ini
    25. Kemudian kita install phpmyadmin dengan memasukkan perintah:
      #apt-get install phpmyadmin
    26. Jika muncul perintah seperti di bawah ini, langsung tekan Enter saja
    27. Akan muncul "Konfigurasi phpmyadmin", kita pilih "apache2" dengan menekan tombol "Space" pada keyboard. Lalu gunakan tombol "Tab" untuk berpindah ke "Ok", tekan "ENTER".
    28. Pilih "Yes", lalu tekan "ENTER".
    29. Masukkan password, lalu tekan "Tab" untuk berpindah ke "Ok", tekan "ENTER".
    30. Masukkan password kembali, lalu tekan "Tab" untuk berpindah ke "Ok", tekan "ENTER".
    31. Masukkan password sekali lagi, lalu tekan "Tab" untuk berpindah ke "Ok", tekan "ENTER".
    32. Proses instalasi phpmyadmin telah selesai, silahkan Buka pada browser kita dengan format localhost/phpmyadmin, jika muncul gambar seperti dibawah ini berarti pembuatan file phpmyadmin kita benar. Login dengan username : root dan password nya sesuai dengan password yang diisi saat instalasi php myadmin tadi
      Catatan : tulisan yang berwarna merah (local host) adalah IP Debian Server anda

     Cukup sekian tentang tutorial instalasi aplikasi berbasis web di linux, semoga bermanfaat!