Kamis, 17 November 2011

Cloud Computing ( Komputasi Awan )



Hampir semua trend teknologi pada saat ini berbasis internet. Mudah saja bagi seseorang untuk membeli sebuah software atau hardware baru, namun bagi sebagian orang hal tersebut adalah hal yang merepotkan karena dilakukan secara manual dan membutuhkan biaya yang mahal. Sekarang ini terdapat alternatif baru untuk melakukan hal tersebut secara praktis. Sistem ini dinamakan Cloud Computing (Komputasi Awan). Di bidang bisnis, komputasi awan menjadi sesuatu yang relevan bagi para pebisnis. Bagi kalian yang belum mengetahui tentang cloud computing , berikut ini sedikit ulasan mengenai cloud computing dan komponennya.

Pengertian Cloud Computing

Cloud Computing (Komputasi Awan) adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dengan menggabungkan pemanfaatan teknologi komputer dan disajikan dalam bentuk suatu layanan. Yang dimaksud dengan Saas dan Web 2.0 adalah sebuah software as a service atau perangkat lunak yang berbentuk layanan, digunakan untuk mengembangkan suatu aplikasi yang berbasis web (Internet). Misalnya Facebook, didalam social networking ini memiliki berbagai aplikasi seperti game, acara undangan, tautan dan sebagainya. Dengan SaaS dan Web 2.0, pencipta Facebook menggunakannya untuk aplikasi tersebut dengan syarat harus melalui internet atau system online.
Pada cloud computing, penyimpanan data hanya dilakukan pada server utama, sehingga pengguna hanya dapat mengaksesnya tanpa harus mengetahui infrastruktur pembuatan aplikasinya. Hanya perlu interface software saja untuk mengakses server. Interface ini pada umumnya merupakan web browser yang tersedia dengan banyak pilihan dan tidak berbayar.
                                                                                                                          
Tanpa kita sadari sebenarnya kita sudah sering menggunakan aplikasi dengan sistem berbasis cloud computing. Contoh lainnya seperti Hotmail, Yahoo!Mail atau Gmail. Untuk melihat email, kita bisa melakukannya di mana saja, yang penting ada internet dan browser. Software dan data kita tidak tersimpan di komputer yang kita pakai melainkan terletak di cloud server.

Sejarah dan Perkembangan Cloud

Cloud computing adalah hasil dari evolusi bertahap di mana sebelumnya terjadi fenomena grid computing, virtualisasi, application service provision (ASP) dan Software as a Service (SaaS). Konsep penyatuan computing resources melalui jaringan global sendiri dimulai pada tahun 1960an. Dimana setiap manusia di dunia ini dapat terhubung dan bisa mengakses program dan data dari situs manapun, di manapun. Para pakar komputasi lainnya juga memberikan penambahan terhadap konsep ini, diantaranya menawarkan ide mengenai jaringan komputasi yang akan menjadi infrastruktur publik, sama seperti the service bureaus yang sudah ada sejak tahun enam puluhan.

Cloud computing telah berkembang berdampingan dengan perkembangan Internet dan Web. Namun karena terjadi perubahan teknologi bandwidth yang cukup besar pada tahun 1990-an, maka Internet lebih dulu berkembang dibanding cloud computing. Faktor pendorong utama cloud computing adalah karena adanya revolusi Internet, matangnya teknologi visual, perkembangan universal banwidth berkecepatan tinggi, dan perangkat lunak universal

Banyak prefesional IT mengetahui keuntungan cloud computing dalam hal fleksibilitas penyimpanan yang tinggi dan penghematan biaya. Namun mereka juga memiliki kekhawatiran terhadap keamanan data perusahaan mereka di dalam cloud. Para ahli sependapat bahwa cloud computing akan mengubah pemandangan komputasi saat ini. Andreas Asander, Vice-principal of product management at virtualisation security specialist dari Clavister mengatakan bahwa di saat masalah keamanan sudah terselesaikan maka layanan cloud computing �memungkinkan perusahaan untuk memperluas infrastruktur, menambah kapasitas sesuai permintaan, atau meng-outsourcekeseluruhan infrastrukturnya, mengakibatkan fleksibilitas yang lebih besar, serta pilihan sumber daya yang lebih beragam dan juga pengurangan biaya yang signifikan.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Cloud Computing

Kelebihan

Kemudahan Akses
Untuk mengerjakan tugas, kita tidak harus berada dalam satu komputer yang sama. Kita bisa membuatnya dengan aplikasi lain. Namun kita harus terhubung dengan internet dan mengerjakannya secara online.

Efisiensi Biaya
Dengan memaksimalkan penggunaan utilisasi  sisa yang tidak terpakai, kita dapat menciptakan beberapa virtual server lain. Dengan proses ini kita bisa mendapatkan kapasitas fisik komputer yang berlipat karena mengurangi infrastruktur komputer sehingga biaya sewa pelanggan menjadi lebih rendah. Selain itu dengan adanya komputasi awan, kita juga tidak dibebankan dengan besarnya biaya untuk membayar lisensi atas software-software yang kita install dan kita gunakan, karena semua software sudah bisa digunakan melalui komputasi awan. Efisiensi biaya juga timbul  dari biaya operasional, seperti SDM maintenance,  biaya listrik, biaya overhead, dan lain-lain. Pelanggan hanya membayar sesuai pemakaian (on demand).

Fleksibilitas dalam Menambah Kapasitas
Dengan cloud kita tidak perlu melakukan proses pengadaan komputer yang memakan banyak waktu. Cukup dengan melakukan penyimpanan data pada suatu media penyimpanan dan mengkoneksikannya dengan internet. Maka kita dapat mengakses dan menggunakannya kembali.

Kemudahan untuk Monitoring & Server Management
Proses monitoring dan manajemen server akan jauh lebih mudah karena semua terkoneksi dengan web portal pelanggan. Kita hanya tinggal melihat dashboard saja untuk mengetahui status global server-server kita. Untuk membuat, meng-upgrade dan me-manage server serta  menginstalasi software sangat mudah, karena sudah disediakan automation-tools untuk melakukan hal tersebut.

Orang IT akan lebih banyak memikirkan pengembangan
Fungsi TI bagi perusahaan adalah mendukung pengembangan bisnis perusahaan. Banyak perusahaan sukses akibat penerapan TI yang tepat dan memberikan keunggulan kompetitif. Dengan adanya cloud service, maka sebagian kegiatan operasi dan server maintenance  sudah dialihkan, sehingga terdapat waktu lebih bagi departemen TI untuk melakukan kegiatan lain.

Akses secara remote
Cloud computing membuat bisnis Anda tidak terbatas pada satu lokasi saja. Anda dapat mengakses dari mana saja di seluruh dunia dan kapan saja. Yang Anda perlukan hanya koneksi Internet, user ID dan password.

Kekurangan

Faktor yang paling penting dalam penggunaan sistem komputasi awan adalah koneksi internet. Jika tidak ada koneksi internet maka kita dapat menggunakan sistem komputasi awan. Di Indonesia, masih ada beberapa wilayah yang belum terjangkau oleh akses internet, sehingga membuat koneksi internet kurang memadai dan sering kali tidak stabil karena pengaruh cuaca maupun lingkungan pada wilayah tersebut.
Kerahasiaan dan keamanan adalah salah satu hal yang paling diragukan pada komputasi awan. Dengan menggunakan sistem komputasi awan berarti kita mempercayakan sepenuhnya atas keamanan dan kerahasiaan data-data kepada perusahaan penyedia server komputasi awan. Saat mengalami gangguan, kita tidak dapat menuntut pihak server karena kesalahan data-data tersebut.
Selain itu kualitas server komputasi awan adalah salah satu pertimbangan terpenting sebelum kita memutuskan untuk menyediakan jasa penyedia server komputasi awan. Ketika server down atau permorma kurang bagus, kita malah akan dirugikan karena kualitas server yang buruk.

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi_awan
http://www.computerweekly.com/Articles/2009/06/10/235429/A-history-of-cloud-computing.htm
http://www.cozy.co.id/
http://www.sby.dnet.net.id/dnews/september-2011/article-kelebihan-dan-kekurangan-cloud-computing-komputasi-awan--77.html



Rabu, 16 November 2011

Pengenalan WiFi (Wireless LAN)

Seiring dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan untuk akses jaringan bergerak, muncullah Wireless Local Area Network (Wireless LAN/WLAN) dimana hubungan antarterminal atau komputer seperti pengiriman dan penerimaan data dilakukan melaui udara dengan menggunakan teknologi gelombang radio (RF).

Apakah yang dimaksud dengan Wi-Fi?
Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu salah satu standar wireless networking yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.11 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya.

Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.
Perkembangan Wireless LAN saat ini cukup menjanjikan dan sangat populer dikalangan industri baik retail, pelayanan kesehatan, konstruksi dan lain sebagainya. Selain dapat meningkatkan produktifitas industri, penggunaan Wireless LAN juga merupakan alternatif terbaik berbisnis di era pasar global saat ini. Beberapa lembaga di Indonesia sudah mengimplementasikan Wi-Fi pada tempat-tempat publik seperti bandara, lobi hotel dan lain-lain.

Spesifikasi
Teknologi internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu:
-         802.11a
-         802.11b
-         802.11g
-         802.11n
Spesifikasi b merupakan produk pertama Wi-Fi. Variasi g dan n merupakan salah satu produk yang memiliki penjualan terbanyak pada 2005.
Spesifikasi Wi-Fi
Spesifikasi
Kecepatan
Frekuensi
Band
Cocok
dengan
802.11b
11 Mb/s
~2.4 GHz
B
802.11a
54 Mb/s
~5 GHz
A
802.11g
54 Mb/s
~2.4 GHz
b, g
802.11n
100 Mb/s
~2.4 GHz
b, g, n
Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLAN (wireless local area network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah sertifikasi merek dagang yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (internet) yang bekerja di jaringan WLAN dan sudah memenuhi kualitas kapasitas interoperasi yang dipersyaratkan.

Keuntungan Wi-Fi
Saat ini pemanfaatan Wi-Fi telah banyak digunakan baik untuk aplikasi internal perusahaan (privat) maupun lokasi publik (Hotspot). Faktor pendorong penggunaan Wi-Fi yaitu Mobility, Jaringan tanpa kabel dan Kemudahan akses. Beberapa keuntungan yang didapat dari penggunaan Wi-Fi, diantaranya:
1.      Mobilitas tinggi
2.      Kemudahan dan kecepatan instalasi
3.      Fleksibel
4.      Menurunkan biaya kepemilikan
5.      Scalable
6.      Produktifitas

Kelemahan Wi-Fi
Selain keuntungan-keuntungan diatas, Wi-Fi juga memiliki beberapa kelemahan atau faktor penghambat. Sedangkan faktor penghambat penggunaan Wi-Fi yaitu Keamanan, Biaya, Pendukung, dan Kecepatan. Beberapa kelemahan dari penggunaan Wi-Fi, diantaranya:
1.      Sistem keamanan terbatas
2.      Tingkat kecepatan dipengaruhi oleh keadaan lingkungan
3.      Topologi ruangan, daerah dan cuaca
4.      Pengaruh gelombang radio
5.      Biaya komponen Wi-Fi cukup besar
6.      Kapasitas jaringan cukup terbatas

Komponen Wi-Fi
Dalam membentuk suatu jaringan Wi-Fi, maka diperlukan beberapa perangkat agar komunikasi antara station dapat dilakukan. Secara umum, komponen Wi-Fi itu terdiri atas perangkat berikut ini:
         Komputer/PC atau Laptop
         Access Point (AP), device transceiver ini terhubung dengan jaringan (LAN) melaui kabel (biasanya berupa UTP). Berfungsi untuk mengirim dan menerima data serta sebagai buffer data antara Wi-Fi dengan Wired LAN.
         Extension Point, berfungsi untuk menambah cakupan jaringan layaknya repeater untuk client ditempat yang lebih jauh.
         Antena
         Wireless LAN Card, dapat berupa PCMCIA yang berfungsi sebagai interface antara sistem operasi jaringan client dengan format interface udara ke Access Point (AP).

Wi-Fi Hardware

Wi-fi dalm bentuk PCI




Hardware wi-fi yang ada di pasaran saat ini ada berupa :
-       - PCI
-       - USB
-       - PCMCIA
-       - Compact Flash







Wi-fi dalam bentuk USB

Model Konfigurasi Wi-Fi
Ada 2 model konfigurasi utama pada Wi-fi, yaitu:
1.      Ad-Hoc
Jaringan Ad-Hoc terbentuk bila antara terminal yang telah dilengkapi Wireless LAN Card saling tersambung tanpa melalui Access Point. Contoh dari jaringan Ad-Hoc adalah jaringan yang memiliki konfigurasi Peer to peer.
      2.      Infrastruktur (Client Server)
Infrastruktur Wi-Fi adalah sebuah konfiurasi jaringan dimana jaringan wireless tidak hanya terhubung dengan sesama jaringan wireless saja. Akan tetapi, terhubung juga dengan jaringan wired. Agar jaringan wireless dapat terhubung dengan jaringan wired, maka diperlukan Access Point.

Sumber :

Hantoro, Gunadi Dwi. 2009. WiFi (Wireless LAN) Jaringan Komputer Tanpa Kabel. Bandung: INFORMATIKA.
http://id.wikipedia.org/wiki/Wi-Fi
http://web2.web.ugm.ac.id/index.php?link=wifi

Mengenal Hacker



Hacker memiliki konotasi negatif karena kesalahpahaman masyarakat akan perbedaan istilah tentang hacker dan cracker. Banyak dari kita yang salah pengertian tentang Hacker, seringkali masyarakat awam menganggap bahwa istilah hacker dan cracker adalah sama. Konotasinya hampir selalu negatif dan jahat. Oleh karena itu, pada postingan kali ini saya akan menjelaskan mengenai Hacker dan Cracker serta seluk beluknya.

Pengertian hacker dan cracker :
Hacker adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk mempelajari, menganalisa, dan memodifikasi suatu akses data, sehingga dapat menerobos masuk ke dalam sistem komputer melalui jaringan komputer, baik untuk memperoleh keuntungan pribadi atau termotivasi akan sebuah tantangan. Jadi hacker adalah sebutan untuk orang atau sekelompok orang yang memberikan sumbangan bermanfaat untuk dunia jaringan dan sistem operasi, membuat program bantuan untuk dunia jaringan dan komputer. Hacker juga bisa di kategorikan perkerjaan yang dilakukan untuk mencari kelemahan suatu system dan memberikan ide atau pendapat yang bisa memperbaiki kelemahan system yang di temukannya.
Cracker adalah sebutan untuk orang yang mencari kelemahan system dan memasukinya untuk kepentingan pribadi dan mencari keuntungan dari system yang di masuki seperti: pencurian data, penghapusan, dan banyak yang lainnya.

Perbedaan Hacker Dengan Cracker
Ciri � Ciri Hacker :
         Mempunyai kemampuan menganalisa kelemahan suatu sistem atau situs.
Sebagai contoh : jika seorang hacker mencoba menguji suatu situs dipastikan isi situs tersebut tak akan berantakan dan mengganggu yang lain. Biasanya hacker melaporkan kejadian ini untuk diperbaiki menjadi sempurna. Bahkan seorang hacker akan memberikan masukan dan saran yang bisa memperbaiki kebobolan system yang ia masuki. Hacker mempunyai etika serta kreatif dalam merancang suatu program yang berguna bagi siapa saja. Seorang Hacker tidak pelit membagi ilmunya kepada orang-orang yang serius atas nama ilmu pengetahuan dan kebaikan. Seorang hacker akan selalu memperdalam ilmunya dan memperbanyak pemahaman tentang sistem operasi.

Ciri � Ciri Cracker :
         Mampu membuat suatu program bagi kepentingan dirinya sendiri dan bersifat destruktif atau merusak dan menjadikannya suatu keuntungan.
Sebagai contoh : Virus, Pencurian Kartu Kredit, Kode Warez, Pembobolan Rekening Bank, Pencurian Password E-mail/Web Server. Bisa berdiri sendiri atau berkelompok dalam bertindak. Mempunyai website atau channel dalam IRC yang tersembunyi, hanya orang-orang tertentu yang bisa mengaksesnya. Mempunyai IP address yang tidak bisa dilacak. Kasus yang paling sering ialah Carding yaitu Pencurian Kartu Kredit, kemudian pembobolan situs dan mengubah segala isinya menjadi berantakan. Sebagai contoh : Yahoo! pernah mengalami kejadian seperti ini sehingga tidak bisa diakses dalam waktu yang lama, kasus klikBCA.com yang paling hangat dibicarakan beberapa waktu yang lalu.

Klasifikasi Hacker
Hacker terdiri dari beberapa jenis sesuai dengan sifatnya. Baik orang itu seorang sistem administrator maupun user yang ingin membobol sistem komputer kita. Klasifikasi hacker antara lain sebagai berikut:
* White Hats : merupakan hacker yang bekerja sebagai system analist,system administrator maupun security analist. White hats bekerja dalam sistem dan memiliki kemampuan yang tinggi untuk menjaga sistem agar tetap bekerja dengan baik dan tidak diacak-acak oleh orang lain. White Hats hackers rata-rata memiliki sertifikat kode etik hacker, misalnya CEH (Certified Ethical Hacker)
* Gray Hats : merupakan hacker yang bekerja offensivelly dan defensivelly. Gray Hats merupakan orang yang melakukan attacking terhadap sistem yang juga bekerja untuk membuat pertahanan terhadap sistem. Hacker tipe ini merupakan hacker yang membobol sistemnya untuk mendapatkan bugs dan lubang dari sistemnya yang kemudian mempelajari dan menutup lubang tersebut.
* Black Hats : merupakan hacker yang hanya bekerja sebagai attacker dan mengambil manfaat terhadap sistem yang diserangnya. Black hats merupakan hacker yang merusak sistem atau sering juga disebut sebagai cracker. Contoh aksi yang dilakukan oleh hacker Black Hats antara lain membobol situs perbankan, mengambil account (Carding), dsb.
* Suicide Hacker : Hacker yang bekerja persis seperti Black Hats Hacker, bersifat destruktif dan tidak peduli terhadap ancaman yang akan menimpanya. Rata rata suicide hacker merupakan orang yang tidak memiliki tujuan yang jelas, hanya membobol, mengambil keuntungan, ingin terkenal dan tidak takut terhadap hukum.

Metodologi Hacking
Ada beberapa jenis kegiatan hacking, diantaranya adalah:
1.      Social Hacking, yang perlu diketahui : informasi tentang system apa yang dipergunakan oleh server, siapa pemilik server, siapa Admin yang mengelola server, koneksi yang dipergunakan jenis apa lalu bagaimana server itu tersambung internet, mempergunakan koneksi siapa lalu informasi apa saja yang disediakan oleh server tersebut, apakah server tersebut juga tersambung dengan LAN di sebuah organisasi dan informasi lainnya.
2.      Technical Hacking, merupakan tindakan teknis untuk melakukan penyusupan ke dalam system, baik dengan alat bantu (tool) atau dengan mempergunakan fasilitas system itu sendiri yang dipergunakan untuk menyerang kelemahan (lubang keamanan) yang terdapat dalam system atau service. Inti dari kegiatan ini adalah mendapatkan akses penuh kedalam system dengan cara apapun dan bagaimana pun.

Hierarki Hacker
Hacker memiliki hierarki/tingkatan, antara lain sebagai berikut:
* Trojan/Exploit Maker, tingkat hacker ini adalah tingkat tertinggi yang memiliki keahlian sangat baik dalam melakukan hacking dan memiliki kemampuan programming yang sangat baik. Hacker tipe ini membuat tools berupa trojan,exploit dll yang dapat dipergunakan untuk memudahkan proses hacking.
* Spammer/Phisser, tingkatan hacker ini merupakan hacker yang paling kaya, dikarenakan dia akan melakukan flooding terhadap sistem dan duplikasi sehingga mendapatkan informasi lebih banyak.
* Skimmer/Carder, tingkatan hacker ini merupakan hacker yang melakukan pencurian account, baik kartu kredit, ATM, transaksi online, dll.
* Defacer, merupakan tingkatan hacker yang tugasnya melakukan deface terhadap sistem.
* Logins/Database, merupakan hacker yang tugasnya hanya mencari account login dan melakukan serangan terhadap database.
* D-DOS, merupakan hacker yang tugasya melakukan perusakan terhadap service (Denial of service) yang ada pada sistem target.
* Software Cracker/Nuller, merupakan hacker yang tugasnya melakukan aktivasi/nulling terhadap software aplikasi.
* Reseller, merupakan hacker yang tugasnya hanya menjual kartu kredit hasil dari carding. Kebanyakan carder hanya melakukan carding dan memberikannya pada reseller untuk dijualkan.
* Cashier, merupakan hacker yang tugasnya menguangkan/mencairkan duit.
* Phreaker, merupakan hacker yang hanya mengambil manfaat terhadap sistem, contohnya internetan gratis,dll.

Hacker memiliki etika dan aturan main, seorang hacker sejati akan selalu mentaati etika dan aturan main yang telah ditetapkan. Salah satu etika yang berhasil di formulasikan dengan baik ada  di   buku Hackers: Heroes of  the Computer Revolution, yang ditulis oleh Steven Levy  1984, ada enam etika yang perlu di resapi seorang hacker:
1.  Akses ke komputer dan apapun yang akan mengajarkan kepada anda bagaimana dunia ini
berjalan / bekerja harus dilakukan tanpa batas & totalitas. Selalu mengutamakan pengalaman
lapangan!
2.  Semua informasi harus bebas, terbuka, transparan, tidak di sembunyikan.
3.  Tidak pernah percaya pada otoritas, penguasa  � percaya pada desentralisasi.
4.  Seorang hacker hanya dinilai dari kemampuan hackingnya, bukan kriteria buatan seperti gelar, umur, posisi atau suku bangsa.
5. Seorang hacker membuat seni & keindahan di komputer.
6. Komputer dapat mengubah hidup anda menuju yang lebih baik.


Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa Hacker yang �baik� adalah orang yang mengetahui apa yang dilakukannya, menyadari seluruh akibat dari apa yang dilakukannya, dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Sementara hacker yang �jahat� atau biasa disebut cracker adalah orang yang tahu apa yang dikerjakannya, tetapi seringkali tidak menyadari akibat dari perbuatannya. Dan ia tidak mau bertanggung jawab atas apa yang telah diketahui dan dilakukannya itu. Karena hacker adalah orang yang tahu dalam ketahuannya, di dunia hackers tentu saja ada etika yang mesti dipenuhi dan dipatuhi bersama. Lebih jauh lagi tentang Cracker, Cracker adalah seseorang yang berusaha untuk menembus sistem komputer orang lain atau menerobos sistem keamanan komputer orang lain untuk mengeruk keuntungan atau melakukan tindak kejahatan. Inilah yang membedakannya dengan hacker. Prinsip kerja hacker dan cracker sebenarnya sama. Yang membedakan keduanya adalah tujuannya. Dari segi kemampuan, cracker dan hacker juga tidak jauh berbeda. Tapi cracker seringkali memiliki ilmu yang lebih oke dan keberanian serta kenekatan yang lebih besar daripada hacker. Namun dari segi mentalitas dan integritas, keduanya sangat berbeda jauh.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Peretas
http://www.klikedukasi.com/2011/08/hacker-adalah.html
http://www.kamusilmiah.com/it/mengenal-hacker-dan-seluk-beluknya/
Kaelola, Akbar. 2010. Black Hacker vs White Hacker. Yogyakarta: Mediakom